Media Humas Polri//Poso
Tiga rumah warga di Desa Poleganyara, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berada dalam kondisi kritis akibat erosi yang disebabkan oleh derasnya arus Sungai Walati. Warga setempat kini diliputi kecemasan mendalam, menantikan respons segera dari pemerintah daerah untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Rumah-rumah yang terancam ini berjarak sekitar 60 meter dari tepi sungai, namun pengikisan tanah yang terus berlangsung telah mendekatkan ancaman tersebut ke bangunan permukiman. Dampak erosi tidak hanya mengancam rumah, tetapi juga telah merusak drainase yang dibangun melalui Dana Desa, menambah kerentanan infrastruktur lokal.
Sustri Poima, seorang warga yang aktif dalam kegiatan masyarakat dan tim sukses tokoh lokal, mengungkapkan kekhawatiran mendalam. “Kami tidak pernah meminta bantuan sebelumnya, tetapi situasi sekarang memaksa kami untuk memohon perhatian pemerintah,” ujarnya pada Rabu (19/03/2025). “Kami sangat berharap ada tindakan cepat untuk mengatasi masalah ini sebelum lebih banyak rumah terancam.”
Intensitas aliran Sungai Walati yang meningkat, terutama selama musim hujan, mempercepat laju erosi. Warga khawatir, jika tidak ada campur tangan segera, dampak kerusakan akan meluas ke permukiman lain di sepanjang sungai. Mereka mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso untuk segera turun tangan dan menerapkan solusi yang tepat.
“Kami membutuhkan solusi yang berkelanjutan, bukan hanya penanganan sementara,” kata seorang warga lainnya. “Kami berharap pemerintah dapat membangun tanggul atau struktur penahan erosi lainnya untuk melindungi rumah kami.”
Desakan warga Desa Poleganyara mencerminkan urgensi perlindungan terhadap permukiman dari ancaman bencana alam. Mereka berharap pemerintah Kabupaten Poso, melalui BPBD, segera mengambil langkah nyata untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan memastikan keamanan warga.
Situasi di Poleganyara menyoroti tantangan yang dihadapi banyak komunitas di Indonesia terkait perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan. Respons cepat dan efektif dari pemerintah sangat krusial untuk melindungi masyarakat dari bencana serupa di masa depan. ( Eferdi )