Media Humas Polri//Sulbar
LKPA menilai OPD lingkup pemkab Polman kinerjanya buruk.
Ketua umum lembaga kajian pengawasan anggaran republik indonesia ( LKPA) RI, Zubair, S.Ag mendesak bupati terpilih Polewali mandar, H. Samsul Mahmud, S. IP agar segera melakukan rotasi dan mutasi bagi pimpinan organisasi perangkat daerah ( OPD) dalam lingkup pemkab Polewali mandar, yang kini kinerjanya buruk sehingga dapat mengurangi kualitas pelayanan terhadap publik. Hal tersebut ditegaskan Zubaur ketika menggelar aksi demo di depan kantor bupati Polewali mandar provinsi Sulawesi Barat baru-baru ini.
Menurut Zubair rotasi dan mutasi perlu dilakukan bupati untuk menghindari stagnan dalam kepemimpinan di OPD dalam lingkup Pengkab Polewali mandar guna mendorong efektifitas dan efediensi dalam pelayanan terhadap publik secara profesional dan mandiri
Zubair menilai ada sejumlah pimpinan OPD kinerjanya tidak optimal dan buruk sehingga perlu ada penyegaran melalui rotasi dan mutasi jabatan bagi ASN yang memiliki kompetensi dibidang strategis tersebut. Rotasi sangat penting dilakukan agar roda pemerintahan dibawah kepemimpinan pasangan H. Samsul Mahmud dan Hj. Andi Nursami Masdar alias H. Assul berjalan baik dan lancar, tegas Zubair.
Selain itu, lanjut Zubair juga menekankan pentingnya rotasi dan mutasi sebagai langkah strategis untuk mempercepat realisasi program pembangunan daerah yang direncanakan berdasarkan visi misi bupati dan wakil bupati terpilih, harus segera mengambil langkah kongkret, cepat dan tepat sesuai aspirasi masyarakat, apa lagi pemkab Polewali mandar selama ini mengahadapi berbagai masalah sebagai warisan bupati sebelumnya seperti penanganan sampah dan tata kelolah keuangan serta diperpuruk lagi dengan adanya kebijakan yang dilakukan oleh PJ bupati sebelumnya seperti masalah tata kelolah keuangan khususnya pemkab Polewali Mandar hingga kini masih memiliki utang mencapai Rp 60 miliar dan belum terbayarkan kepada pihak ketiga, bahkan bakal mempengaruhi program kegiatan pembangunan yang telah direncanakan sesuai visi dan misi bupati dan wakil bupati terpilih termasuk diprogramkan, kata Zubair.
Salam orasinya Zubair juga mengingatkan bupati H. Samsul Mahmud agar tidak langsung menandatangani LKPJ Bupati tahun 2024 sebelum mengkaji secara cermat sebab kata Zubair, banyak masalah timbul di tahun 2024 akan membebani APBD tahun 2025 hingga bakal berdampak terhadap penyelesaian visi dan misi pasangan bupati dan wakil bupati Polewali mandar lima tahun kedepan ( 2024 – 2029 ) bahkan menjadi kekawatiran sejumlah pihak bahwa kepemimpinan H. Samsul Mahmud dan Hj. Andi Nursami Masdar bakal mengalami stagnan alasannya dalam program seratus hari kerja sejak dilantik presiden RI Prabowo Subianto di istana Jakarta bersama kepala daerah secara serentak tampaknya belum ada langkah kongkrit dilakukan, seharusnya dalam program seratus harinya itu telah dilakukan tata kelolah pemerintah, misalnya melakukan rotasi dan mutasi untuk mengisi posisi jabatan strategis di OPD lingkup pemkab polman tetapi hingga kini belum ada sinyal strategis bisa dilakukan sehingga membuat sejumlah elemen masyarakat mendesak melalui suatu aksi demo menyoroti kinerja sejumlah pimpinan OPD yang sebelumnya dikarbit dengan posisi pelaksanaan tugas karena belum memenuhi syarat kepangkatan bagi ASN yang menduduki posisi strategis dilingkup Pengkab polman, bahkan ditemukan sejumlah ASN yang dikarbit menduduki posisi jabatan strategis, padahal masi yunior hanya mengandalkan kedekatan hubungan emosional dan titel sebagai strata tiga bagi penentu kebijakan didaerah tersebut, fenomena ini terjadi dan tumbuh subur karena lelang jabatan untuk posisi strategis. Terkesan direkayasa sehingga terjadi maraknya jabatan rangkap,bjabatan dan pelaksana tugasdi setiap OPD dalam lingkup Pengkab Polewali mandar dari masa ke masa sehingga beginilah akibatnya pemkab Polewali mandar krisis ASN yang memenuhi syarat untuk menduduki posisi strategis dan hanya ASN memiliki kedekatan hubungan emosional lebih muda mendapatkan posisi strategis disetiap OPD lingkup pemkab Polewali mandar, jelas sumber reortika yang enggang disebut identitasnya. Lap Lukman dan andira Sulbar. ( Lukman )