Media Humas Polri//Sulteng
Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Tentena dan Taripa di Sulawesi Tengah kembali menjadi sorotan setelah sebuah truk bermuatan berat terperosok ke jurang pada Rabu, 5 Maret.
Meskipun insiden ini tidak mengakibatkan korban jiwa, kecelakaan tersebut memunculkan beragam komentar. Camat Pamona Timur, Kapolsek, dan masyarakat setempat mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi jalan yang memprihatinkan.
Pada Rabu pagi, sebuah truk yang melintas di ruas jalan Trans Sulawesi Tentena-Taripa terperosok ke jurang. Meskipun sopir dan penumpang truk selamat, kejadian ini menambah daftar kecelakaan yang sering terjadi di jalan yang sudah lama dikeluhkan akibat sempit dan rusaknya infrastruktur jalan. Camat Pamona Timur, Moses Patiro, menyatakan keprihatinan atas insiden ini,dengan harapan agar BPJN Satker PPK wilayah 4.1 merawat infrastruktur vital secara berkala.
“Ini bukan hanya sekedar keluhan, tapi sebuah peringatan serius! Kami tidak bisa terus-terusan menghadapi kecelakaan seperti ini hanya karena jalan yang sempit dan rusak. Kami butuh tindakan nyata” tegas Moses Patiro saat dihubungi melalui telepon pada 5 Maret 2025.
Kapolsek Pamona Timur, Laode, juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai sempitnya ruas jalan yang menjadi penyebab utama kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar seperti truk pengangkut material tambang. Ia mencatat beberapa insiden sebelumnya, termasuk kemacetan total yang terjadi pada 20 Februari 2025 dan pada 3-5 Maret 2025, yang semakin menegaskan potensi bahaya di ruas jalan ini.
Masyarakat setempat merasa cemas dengan kondisi jalan yang semakin memburuk, terlebih menjelang bulan Ramadhan. Lubang-lubang besar, permukaan jalan bergelombang, serta potensi longsor membuat warga dan pengguna jalan dari wilayah lain seperti Sulawesi Selatan, Kendari, Manado, dan Palu merasa kesulitan dan terancam saat melintasi ruas Trans Sulawesi ini.
Menanggapi hal ini, Koordinator Lapangan BPJN Satker PPK 4.1, Jemms Meringgi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan dengan mengerahkan alat berat di titik-titik rawan longsor. Namun, ia juga menyebutkan bahwa sebagian kerusakan disebabkan oleh aktivitas warga yang menutup aliran air di sekitar jalur tersebut.
“Meski demikian, kami akan segera memperbaiki jalan ini dan mengupayakan penanganan yang lebih baik ke depannya,” ujar Jemms Meringgi melalui pesan WhatsApp.
Kecelakaan yang melibatkan truk terperosok ke jurang di ruas Jalan Trans Sulawesi Tentena-Taripa ini mengingatkan akan urgensi pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur jalan yang aman dan layak. Desakan dari Camat, Kapolsek, dan masyarakat setempat semakin memperkuat pentingnya langkah konkret dari pemerintah, khususnya BPJN Satker PPK 4.1, untuk segera memperbaiki jalan ini. Keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama menjelang bulan Ramadhan, harus menjadi prioritas utama demi keselamatan bersama. (Eferdi Salila)