Media Humas Polri//Sulteng
Di Desa Poleganyara, semangat mewujudkan swasembada pangan atau “Asta Cita” diwujudkan melalui sinergi yang unik. Pada Senin, 24 Februari 2025, Pemerintah Desa, Bhabinsa, pendeta, dan kelompok tani Petiro Bone Saluta bersatu dalam ibadah pengolahan sawah. Kegiatan ini menjadi simbol harmoni antara upaya fisik dan spiritual dalam meningkatkan hasil pertanian.
Ibadah yang dimulai pukul 7:30 pagi ini dihadiri oleh Kepala Desa Poleganyara, penyuluh pertanian lapangan, Bhabinsa, pendeta, dan puluhan anggota kelompok tani Petiro Bone Saluta.
Pelaksanaan ibadah dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu Sorombu dan Sange, menandakan keseriusan dan cakupan luas dari kegiatan ini.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga bentuk nyata dukungan spiritual bagi para petani. Diharapkan, melalui doa dan kerja keras, hasil panen akan melimpah dan swasembada pangan dapat tercapai.
Kolaborasi antara pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Penyuluh pertanian lapangan memberikan arahan teknis, Bhabinsa memastikan keamanan, pendeta memimpin doa, dan kelompok tani melaksanakan pekerjaan dengan penuh semangat.
Dengan mengedepankan sinergisitas seperti ini, maka ketahanan pangan akan terwujud.
Kegiatan ibadah pengolahan sawah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengadopsi pendekatan holistik dalam pembangunan pertanian. Dengan menggabungkan aspek spiritual dan teknis, Desa Poleganyara membuktikan bahwa swasembada pangan bukan hanya mimpi, tetapi tujuan yang dapat dicapai dengan kerja sama dan keyakinan. ( Eferdi)