Sinergi Tiga Desa Di Poso Percepatan Pengolahan Sawah Demi Swasembada Pangan

Media Humas Polri//Poso

Semangat kebersamaan dan tekad kuat untuk mewujudkan swasembada pangan tampak jelas dalam rapat koordinasi percepatan pengolahan sawah yang diadakan pada Kamis, 27 Februari 2025. Pertemuan penting ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat dari tiga desa, yaitu Desa Tiu, Taripa, dan Petiro, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso.

Bacaan Lainnya

Rapat koordinasi yang berlangsung hangat dan produktif ini dihadiri oleh Camat Pamona Timur, Bhabinsa, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Kepala Desa dari ketiga desa, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Ketua Lembaga Adat Pamona Poso (LAPPOS) Kecamatan Pamona Timur, Kelompok Tani (Poktan), dan Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A).

Agenda utama rapat adalah menyamakan persepsi mengenai biaya pengolahan sawah per are, khususnya untuk penggunaan alat-alat pertanian seperti hand traktor dan jonder, serta upah harian pekerja (HOK). Dalam suasana musyawarah yang penuh kekeluargaan, para peserta rapat berhasil mencapai beberapa kesepakatan penting:

Biaya Sewa Hand Traktor

Lahan mudah Rp 25.000 per are

Lahan sulit Rp 30.000 per are

Biaya Sewa Jonder Rp 25.000 per are

Upah Harian Pekerja (HOK)

Tanpa menggunakan mesin Rp 125.000

Menggunakan mesin Rp 150.000

Tidak hanya menetapkan biaya, rapat koordinasi ini juga menghasilkan keputusan krusial mengenai waktu tanam serentak. Para peserta sepakat bahwa seluruh lahan persawahan di tiga desa tersebut harus siap untuk penanaman pada bulan Maret 2025. Keputusan ini diambil untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dalam proses penanaman, serta meminimalkan risiko hama dan penyakit.

Langkah-langkah yang diambil dalam rapat koordinasi ini merupakan bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan adanya kesepakatan yang jelas dan terukur, diharapkan proses pengolahan sawah dapat berjalan lancar dan menghasilkan panen yang optimal.

Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dalam rapat koordinasi ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan telah tumbuh subur di wilayah Pamona Timur. Semoga sinergi yang terjalin ini dapat menjadi contoh bagi Desa-Desa lain di Kab Poso dalam upaya mencapai swasembada pangan.( Eferdi Salila )

Pos terkait