Warga Mulai Resah Bunyi Petasan Di Sekitar Lingkungan Desa

Media Humas Polri // Indramayu

Suasana khusyuk saat menjalankan ibadah salat tarawih di masjid menjadi harapan setiap umat Muslim.

Bacaan Lainnya

Namun, kondisi ini kerap terganggu oleh suara bising petasan yang dimainkan oleh anak-anak dan remaja.

Kerasnya suara petasan Membuat tak nyaman,Tidak hanya mengganggu jalannya ibadah, tetapi juga membuat warga yang tengah beristirahat merasa Terganggu.

Salah satu warga berinisial D mengaku Kurang Nyaman setiap malam karena suara ledakan petasan yang terus terdengar. “Setiap malam pasti ada. Anak saya jadi sering terbangun karena kaget. Saya sebagai orang tua tentu merasa terganggu, apalagi ini bulan Ramadhan, seharusnya lebih tenang untuk beribadah dan beristirahat,” ungkapnya. Pada Rabu 4 Maret 2025

Keresahan ini bukan hanya dirasakan oleh si D, tetapi juga oleh banyak warga lainnya. Selain mengganggu ketenangan malam, suara ledakan petasan yang keras juga berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar lokasi ledakan.

Ia menambahkan Padahal, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Losarang telah mengeluarkan surat imbauan dengan nomor 300.40/11/2025, yang salah satu poinnya secara tegas melarang penyalaan petasan. Dalam poin nomor 5 surat tersebut disebutkan bahwa petasan dan sejenisnya dilarang dinyalakan karena dapat membahayakan serta mengganggu kekhusyukan dalam beribadah.

Namun, imbauan tersebut tampaknya tidak digubris oleh sebagian masyarakat. Hingga kini, masih banyak warga yang menyalakan petasan tanpa memikirkan dampaknya bagi lingkungan sekitar. Hal ini semakin diperparah dengan kurangnya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) setempat.

Hingga kini, aparat penegak hukum (APH) dinilai masih santai dan belum mengambil tindakan tegas terhadap maraknya petasan di wilayah tersebut. Warga berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk menertibkan penggunaan petasan agar suasana Ramadhan tetap kondusif.

“Kalau sudah ada larangan resmi dari pemerintah setempat, seharusnya ada tindakan tegas. Jangan hanya sebatas surat imbauan tanpa realisasi di lapangan,” keluh seorang warga lainnya.

Warga berharap agar pihak kepolisian serta unsur pemerintahan di Kecamatan Losarang segera turun tangan untuk menindak para pelanggar aturan. Selain demi menjaga keamanan dan ketertiban, tindakan tegas juga diperlukan agar kejadian yang sama tidak terus berulang setiap bulan Ramadhan.

Apakah petasan di Losarang akan terus dibiarkan, ataukah aparat akan mulai bertindak? Waktu yang akan menjawab. Namun, yang pasti, warga menanti langkah konkret demi terciptanya malam Ramadhan yang lebih damai dan kondusif.(Nono)

Pos terkait